Mengenang Ignas Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan Guna Cegah Penyakit | Cek&Ricek
Sumber: Google

Mengenang Ignas Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan Guna Cegah Penyakit

Ceknricek.com -- Jika Anda membuka laman Google hari ini, Jumat (20/3) maka akan tampak ilustrasi seorang pria yang memegang perangkat timer serta ilustrasi cuci tangan pada huruf “O” pada kata Google.

Apabila Anda mengarahkan kursor “Kilk” akan segera tampil sebuah animasi bagaimana melakukan cuci tangan dalam beberapa langkah dengan disertai timer waktu yang berputar.

Pria dengan kumis yang cukup tebal serta memegang timer itu tak lain adalah Ignas Semmelweis, seorang doktor asal Budapest, Hungaria, yang telah memprakarsai prosedur kesehatan sederhana, yakni cuci tangan.

Semmelweis mempelopori gerakan kebersihan itu pada 20 Maret 1847, ketika dia bertugas di sebuah klinik persalinan di Vienna General Hospital.

Kala itu, dia meminta agar semua dokter membersihkan tangan mereka dengan chlorinated lime karena rentan menimbulkan penyakit pada para ibu yang telah  melahirkan.

Dikutip dari The Independent, hal tersebut dilakukan karena sebelumnya, banyak ibu baru yang meninggal dunia karena infeksi infas di rumah sakit.

Semmelweis pun melakukan penyelidikan. Dia menyimpulkan bahwa penyakit menular tersebut "terbawa" dari tangan para dokter yang baru saja melakukan operasi.

"Di bawah prosedur ini, angka kematian di divisi pertama turun dari 18,27 persen menjadi 1,27 persen dan pada bulan Maret dan Agustus 1848, tidak ada wanita yang meninggal saat melahirkan di divisinya," tulis Encyclopaedia Britannica.

Mengenang Ignas Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan Guna Cegah Penyakit
Sumber: Istimewa

Kendati demikian, penemuan Semmelweis disalah pahami oleh atasannya. ”Para petugas medis yang lebih muda di Wina mengakui pentingnya penemuan Semmelweis dan memberinya semua bantuan yang dimungkinkan. Atasannya, di sisi lain, sangat kritis, bukan karena dia ingin menentangnya tetapi karena dia gagal memahaminya,” tambah Britannica.

Studinya pun mengundang kontroversi. Banyak orang di zaman itu yang tidak percaya dengannya. Bertahun-tahun kemudian. Semmelweis dibawa ke rumah sakit jiwa dan meninggal pada 13 Agustus 1865.

Baca juga: Marah Roesli, Dokter Hewan dan Sastrawan Penentang Adat 

"Ironisnya, penyakit dan kematiannya disebabkan oleh infeksi luka di tangan kanannya, tampaknya akibat dari operasi yang telah dilakukannya sebelum jatuh sakit. Dia meninggal karena penyakit yang sama dengan yang diperjuangkannya sepanjang kehidupan profesionalnya."

Studi Semmelweis akhirnya diterima oleh ilmu kedokteran. Joseph Lister yang dikenal sebagai "Bapak Antisepsis Moderen" mengatakan bahwa dia Semmelweis memiliki pengaruh di bidang pengetahuan dan pengendalian infeksi. Lister juga mengatakan bahwa dia kagum dan memberikan penghormatannya untuk ilmuwan Hungaria tersebut.

Beberapa dekade kemudian, protokol kebersihan dengan mencuci tangan sangat direkomendasikan oleh beberapa instansi kesehatan dan dianggap sebagai pencegahan dari penyakit yang disebabkan oleh kuman.  

Kini,mengingat salah satu pencegahan penyebaran virus korona yang menyebabkan Covid-19 sedang mewabah adalah dengan mencuci tangan, kita pun harus berterima kasih pada Semmelweis. Mari mencuci tangan dengan bersih.

BACA JUGA: Cek LINGKUNGAN HIDUP, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait