Foto: Brilio

Nurul Qomar, Dari Rektor ke Ruang Tahanan Polres Brebes

Ceknricek.com -- Ingat Nurul Qomar? Pentolan grup lawak Empat Sekawan, anggota DPR (2004-2014) dan mantan Rektor Univesitas Muhadi Setia Budi (Umus) Brebes, Jawa Tengah itu, kini mendekam di ruang tahanan Polres Brebes. Qomar ditahan dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 yang ia gunakan sebagai syarat mengajukan diri sebagai rektor Umus, medio 2017 lalu.

Penahanan komedian bernama lengkap H. Nurul Qomar, S.Sos.,M.M., itu dibenarkan Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono. Menurut dia, Qomar resmi ditahan Selasa (25/6) dini hari. Sebelum ditahan, yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Brebes.

Qomar. Sumber: Medcom

Sekadar mengingatkan, Qomar diangkat menjadi rektor Umus pada 9 Fabruari 2017. Pengangkatan dirinya berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/SK/YMS/H/2017 dengan masa jabatan 2017-2021. Saat itu namanya mendadak jadi buah bibir. Qomar dianggap sebagai komedian pertama, dan mungkin satu-satunya yang terpilih menjadi rektor.

Menurut Muhadi Setia Budi, ketua yayasan universitas tersebut, penunjukan Qomar sebagai rektor didasarkan pada pengalaman akademis yang dimilikinya. Ia dianggap memiliki bakat di banyak bidang, yakni hiburan, politik, akademis, maupun keagamaan.

"Pak Qomar itu sudah berpengalaman di bidang pendidikan. Ia multitalenta. Dipanggil sebagai pelawak tidak diragukan lagi, jadi negarawan juga bisa, kiai pun bisa," puji Muhadi ketika itu.

Reputasi Qomar memang meyakinkan. Ia pernah menjadi anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dua periode (2004-2009, dan 2009-2014). Muhadi meyakini, pengalaman Qomar sebagai wakil rakyat yang membawahi bidang  pendidikan bisa menjadi modal untuk memimpin perguruan tinggi.

Pelantikan Qomar sebagai rektor Umus dihadiri komedian dan artis sejawat: Ginanjar, Eman, dan Derry. Hadir pula politikus Partai Demokrat Ahmad Mubarok, dan beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Mengundurkan Diri

Tak dinyana, 9 bulan berselang Qomar memutuskan mundur dari jabatannya sebagai rektor Umus. Ia mengajukan surat pengunduran diri pada 14 November 2017. Dalam sebuah kesempatan wawancara, komedian kelahiran 11 Maret i960 itu mengatakan, alasan utama pengunduran dirinya karena persoalan internal kampus.

Komar-RektorUMUS3. Sumber: Liputan6

Qomar sama sekali tak bersedia membeberkan secara detail persoalan internal yang membuat dirinya tidak nyaman. Yang pasti, ia mengklaim sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Beberapa target juga berhasil ia capai. Di antaranya perolehan akreditasi B untuk lima prodi di tiga fakultas, pencairan dana hibah senilai Rp740 juta, hingga pencapaian jumlah mahasiswa hingga 230 orang.

Belakangan diketahui, Qomar ternyata turut bersaing pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cirebon 2018-2023. Untuk keperluannya menjadi calon wakil bupati, ia bahkan loncat pagar dari Partai Demokrat menjadi kader Partai Nasdem. Qomar berpasangan dengan calon bupati Mochamad Lutfi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cirebon.

Pilbup Cirebon, seperti diketahui, dimenangkan inkumben pasangan Sunjaya-Imron dengan 32,64 persen suara. Disusul pasangan Kalinga-Dian Hernawa Susanty 26,57 persen, Mochammad Luthfi-Nurul Qomar 26,04 persen, serta Rakmat-Yayat Ruhyat 15,35 persen.

Sumber: jurnalcirebon.com

Sejak gagal di pilbup Cirebon, Qomar nyaris tak terdengar. Ia jarang muncul di publik, baik sebagai komedian, penceramah, politikus, maupun pendidik.

Sumber: Pikiran Rakyat

Kabar terbaru tentang dirinya bahkan terbilang mengejutkan. Qomar ditahan Polres Brebes dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 yang sempat mengantarkan dirinya menjadi rektor Universitas Umus Brebes, Jawa Tengah.

Polres Brebes. Sumber: Humas Polres Brebes

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari Qomar maupun kuasa hukumnya.



Berita Terkait