PBNU Ucapkan Selamat Natal & Tahun Baru | Cek&Ricek Anugerah Pewarta Astra 2025 - Satukan Gerak, Terus Berdampak
Foto: Antaranews.com

PBNU Ucapkan Selamat Natal & Tahun Baru

Ceknricek.com -- "Semoga Natal tahun ini menjadi Natal yang penuh kedamaian dan membawa perdamaian".

Ucapan selamat Natal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA Helmy Faishal Zaini, untuk saudara beragama Kristiani di manapun berada, khususnya di Indonesia.

Sekjen PBNU juga mengajak setiap pihak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai entitas bangsa yang besar dan berkeadaban serta membangun persaudaraan kemanusiaan atau "ukhuwwah insaniyyah".

Menurut dia, sudah sejak lama, bahkan sebelum NKRI berdiri, bangsa Indonesia telah memiliki nilai luhur bangsa meski memiliki perbedaan suku, ras, agama dan golongan. Indonesia sejak dulu dapat hidup rukun, tentram, guyub dan bergotong royong.

Sumber: Detik

"Mari kedepankan sikap saling menghargai satu dengan yang lain serta menyatukan sikap untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, makmur dan berkeadilan. Bangsa Indonesia terdiri dari ratusan suku, sekian agama, banyak budaya tapi kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," kata Helmy, seperti dikutip Antara.

Helmy mengingatkan momentum Natal juga hendaknya menjadi sarana masyarakat Indonesia untuk merefleksikan diri dan bercermin sebagai sebuah bangsa dalam mengimplementasikan rasa cinta kasih kepada sesama anak bangsa.

Baca Juga: PBNU Sepakat Amandemen Terbatas UUD 1945

"Semoga Natal tahun ini menjadi Natal yang penuh kedamaian dan membawa perdamaian. Amin," katanya.

Konteks Persaudaraan

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan ucapan Selamat Natal dalam konteks persaudaraan manusia tidak menjadi persoalan jika tidak dikaitkan dengan ranah teologis.

"Kita cukup dengan menghargai apa yang umat agama lain lakukan dengan membiarkannya dan tidak berbuat keributan. Biarkanlah mereka lakukan apa yang mereka yakini, sedang kita fokus pada apa yang kita yakini. Itu intinya," kata Robikin dalam siaran pers di Jakarta, Senin (23/12).

Sumber: Istimewa

Dia mengutip pendapat ulama asal Mesir Syekh Yusuf Qaradhawi yang berpendapat boleh atau tidaknya ucapan Selamat Natal dari Muslim kepada Nasrani itu dikembalikan kepada niatnya.

Kalau berniat hanya untuk menghormati atau berempati kepada teman yang Nasrani, kata dia, maka tidak masalah. Terlebih dalam konteks Indonesia merupakan negara majemuk.

Menurut Robikin, prinsip umum yang tidak boleh dilangkahi dalam menerapkan prinsip toleransi itu adalah "bagi kalian agama kalian, bagi kami agama kami". Dengan kata lain, jika sudah menyangkut akidah tidak boleh dipertukarkan.

Terkait ucapan Natal, dia mengatakan para ulama memiliki beberapa pendapat. Ada yang melarang karena khawatir mengganggu akidah, ada yang membolehkan dengan pengertian ucapan Natal sebagai bagian dari kesadaran bermuamalah.

"Sekadar hormat kepada kawan atau berempati kepada sesama warga bangsa, itu dimensinya 'ukhuwah wathaniyah'. Kalau dalam dimensi itu, menyampaikan ucapan Natal saya kira tidak mengganggu akidah kita," katanya.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait