Sejarah Hari Ini: Bersatunya Jerman Timur dan Barat | Cek&Ricek
Sumber: Picture-alliance/dpa

Sejarah Hari Ini: Bersatunya Jerman Timur dan Barat

Ceknricek.com -- Tepat pada tanggal hari ini, 29 tahun silam, 3 Oktober 1990, menjadi hari bersejarah bagi warga Jerman Timur dan Jerman Barat. 

Pada hari itu, warga Jerman merayakan kembali bersatunya dua wilayah yang sebelumnya terpisah selama hampir empat dekade setelah Perang Dunia II berlangsung.

Jerman Pasca PD II

Setelah Perang Dunia berakhir, Eropa terbelah menjadi dua: Blok Barat dan Blok Timur. Lewat perjanjian Postdam pada 17 Juli 1945, Jerman pun turut serta dibelah menjadi dua wilayah kekuasaan: Jerman Barat-Jerman Timur dan ditandai dengan berdirinya Tembok Berlin pada 1961.

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Dibangunnya Tembok Berlin di Jerman

Kedua wilayah itu pun memiliki kedaulatan dan paham politiknya sendiri. Jerman Barat cenderung liberal dengan menerapkan sistem kapitalis. Sementara Jerman Timur menganut sistem ideologi komunis dengan gaya ekonomi khas Soviet. Meskipun demikian, mereka tetap menjalin relasi mutualisme dalam perekonomian.

Situasi ini pun terus bertahan selama beberapa dekade dan menjadi penanda Perang Dingin di kawasan Eropa. Namun, keadaan ini berubah tatkala krisis ekonomi dan politik menyapu negara-negara komunis di sebagian wilayah timur Eropa pada 1980-an.

Sumber: Picture-alliance/dpa

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Hitler Menjadi "Fuhrer", Pemimpin Absolut Jerman

Salah satunya akibat reformasi di Hungaria, dimana protes besar-besaran terhadap pemerintahan kiri dimulai, hal ini kemudian turut menyebar ke wilayah lain. Bulgaria, Ceko, dan Rumania hingga mengakibatkan dihancurkannya perbatasan fisik Austria-Hungaria.

Keadaan semakin diperparah dengan pengunduran diri besar-besaran para anggota kabinet di Jerman Timur. Selain itu, di bawah kendali pemerintah yang baru, Mikhail Gorbachev, Soviet mulai memperkenalkan kebijakan Glasnost (keterbukaan) dan Perestroika (pembenahan) yang berdampak pada berakhirnya Perang Dingin.

Puncak kejadian ini terjadi pada 9 November 1989, dimana Tembok Berlin mulai runtuh dan menjadi awal dari wacana penyatuan kembali Jerman. Meskipun demikian upaya untuk menuju ke sana masih menuai banyak pertentangan. 

Sumber: cc-by-sa/Bundesarchiv

Salah satu argumennya adalah penyatuan kembali Jerman akan merusak kembali tatanan dunia global pasca Perang Dunia. Meskipun demikian, proses reunifikasi ini mulai terealisasi setelah perekonomian Jerman Timur mengalami kolaps.

Reunifikasi Jerman

Tahun 1990, Jerman Timur mengadakan pemilihan umum yang pertama di mana kondisi di sana juga semakin memanas akibat protes rakyat. Tema kampanye yang paling bergaung pada saat itu adalah isu penyatuan kembali Jerman. 

Setelah pemilu berakhir, Aliansi Pro Jerman memenangkan pemilihan tersebut. Hal ini tentu saja berdampak terhadap penyatuan kembali Jerman di mana Lothar de Maiziere terpilih sebagai Presiden Jerman Timur.

Baca Juga: Sejarah Hari Ini: Jerman Menyerang Polandia

Sumber: Picture-alliance/dpa

Gayung bersambut, Hans-Dietrich Genscher, Menteri Luar Negeri Jerman Barat pun mendukung adanya reunifikasi kembali. Menurutnya, persatuan kembali Blok Barat dan Blok Timur yang dilandasi kebutuhan kerjasama bukanlah sesuatu yang mustahil. 

Hal ini juga semakin didukung dengan penyatuan kembali mata uang bersama deutschemark antara Jerman Barat dan Timur sebagai mata uang resmi kedua wilayah pada 1 Juli 1990. Satu langkah awal ini kemudian menjadi titik tolak penyamarataan standr hidup warga kedua wilayah tersebut.

Enam bulan kemudian, setelah melewati berbagai lobi politik dan perjanjian Two-Plus-Four-Agreement, pada 3 Oktober 1990, ratusan ribu warga Jerman Timur dan Barat merayakan kembali reunifikasi dengan membunyikan lonceng gereja dan menyulut kembang api di depan gedung parlemen Jerman Reichstag, di Berlin.

BACA JUGA: Cek BUKU & LITERATUR, BeritaTerkini Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait