BNN Temukan Fakta Baru Penyelundupan Narkoba Bergeser ke Ibu Kota Baru | Cek&Ricek
Sumber: Antaranews

BNN Temukan Fakta Baru Penyelundupan Narkoba Bergeser ke Ibu Kota Baru

Ceknricek.com -- Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menyebutkan Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan fakta baru adanya pergeseran penyelundupan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) ke Ibu kota baru, yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Terkait temuan ini Arman Depari mengatakan langsung menyampaikan ke Menko Polhukam Mahfud MD.

"Belakangan ini ada peningkatan di daerah tengah ke timur Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan Utara. Hal ini sudah disampaikan oleh Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko kepada Menko Polhukam Mahfud MD," kata Arman Depari seperti dikutip Antara, Kamis (6/12).

Diakui Arman, penyelundupan narkoba itu biasanya melalui jalur laut, dengan terbanyak melalui Pantai Timur Sumatera, yakni mulai Aceh ke Sumatra Utara. "Terus, naik ke arah Riau dan Kepulauan Riau sampai ke Kalimantan," kata Arman Depari.

Pergeseran daerah tujuan penyelundupan narkoba ke Kaltim itu, kata dia, terjadi mulai enam bulan lalu ditunjukkan dengan meningkatnya penyelundupan narkoba. Berkaitan dengan itu, BNN tengah melakukan evaluasi apakah pergeseran penyelundupan narkoba tersebut berkaitan dengan rencana pemindahan Ibu kota.

Baca Juga: BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kilogram Sabu dari Malaysia

"Karena sesuai dengan pengalaman, biasanya para bandar narkoba ini akan tetap melihat pasar di mana 'market' besar, di mana kebutuhan meningkat, dan tentunya merupakan daerah peningkatan para pemakai atau pecandu narkoba," katanya.

Bahkan, Arman mengatakan BNN berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke Kaltim, termasuk penyelundupan lebih dari 100 kilogram beberapa bulan lalu. "Itu salah satu angka yang cukup besar untuk daerah yang sementara ini masih kita lihat bukan merupakan daerah wisata atau industri," kata Arman.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko mengatakan Menko Polhukam Mahfud MD menyambut baik temuan ini dan mendukung terkait kegiatan-kegiatan BNN memberantas Narkoba.

"Ya tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan BNN. Pertama, supply (penyediaan narkotika) kita kurangi, demand (permintaan) juga kita kurangi, dan kita sampaikan ke Pak Menko Polhukam. Dan Pak Menko Polhukam sangat mendukung terkait kegiatan-kegiatan kita. Kita bahas terbatas di internal Polhukam," kata Heru di kompleks Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12).

Heru mengatakan BNN fokus pada upaya pencegahan peredaran narkoba, rehabilitasi pengguna, dan juga menjalin kerja sama internasional. Dia juga memastikan bersama Mahfud MD tidak ada pembahasan soal wacana penghapusan BNN yang sempat mencuat dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Cek BIOGRAFI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Thomas Rizal


Berita Terkait