Foto: Detik

Chevrolet Pamit, KIA dan Hyundai Bangkit

Ceknricek.com -- Ada peristiwa menarik di industri otomotif tahun depan. Pertama, Datsun tak lagi diproduksi mulai Januari. Kedua, Chevrolet pamit meninggalkan pasar Indonesia pada Maret. Sejumlah merek menyerah dan menurunkan bendera bisnis otomotif, meski begitu para pendatang baru tetap saja kepingin coba-coba mencicipi gurihnya pasar Indonesia yang besar ini.

Keputusan Chevrolet hengkang dari pasar otomotif Indonesia tentu saja mengagetkan. Soalnya, merek ini sudah masuk Indonesia sejak zaman Belanda, tepatnya 3 Februari 1927. General Motors (GM), pemilik merek ini, membangun pabrik perakitan di Tanjung Priok, Jakarta pada 1938. Ini adalah pabrik perakitan mobil yang pertama di Indonesia.

Sumber: Jip

Toh, pabrikan asal Detroit, Amerika Serikat, ini harus menyerah bersaing dengan produk Jepang, ditambah China, lalu Korea. Chevrolet bukanlah korban pertama dari kerasnya persaingan industri otomotif di Tanah Air. Sebelumnya, sejumlah merek terkenal lainnya sudah lempar handuk duluan.

Chevrolet mengikuti rekan senegaranya Ford yang tumbang pada 2016 lalu. Alasannya pun sama. Raksasa mobil asal AS ini mengalami penurunan penjualan dari tahun ke tahun. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Ford pada tahun 2015 hanya sebanyak 4.986 unit, menurun 58,4% dari capaian 2014 sebanyak 12.008 unit.

Sedangkan penjualan Chevrolet, pada tahun ini sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Dari total penjualan retail periode Januari sampai September 2019 Chevrolet berhasil melego kendaraan roda empat 1.237 unit. Meski demikian, apa yang diputuskan oleh GM sudah melalui tahap pertimbangan menyeluruh.

Baca Juga: Otomotif: Giliran Korea yang Ekspansif

PT General Motors Indonesia (GMI) berdalih Chevrolet tidak memiliki skala yang cukup untuk kelangsungan bisnis penjualan dalam jangka panjang. Chevrolet berada di ceruk pasar (niche market) dengan ruang volume pasar yang sempit. Merek ini akan pamit Maret tahun depan.

Datsun

Selain Chevrolet, Nissan Motor Indonesia (NMI) juga memilih menghentikan produksi Datsun di Indonesia mulai Januari 2020. Pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan pun tak dapat dielakkan.

Sumber: Istimewa

Datsun mengarungi pasar otomotif di Indonesia sejak 2014. Merek ini masuk ke segmen mobil harga terjangkau ramah lingkungan (low cost green car atau LCGC) melalui Go dan Go+. Datsun keluar dari pakem LCGC dengan dengan meluncurkan Cross pada 2018 namun penjualannya kurang maksimal sampai akhirnya produksi Datsun di Indonesia dihentikan.

Mengulik data Gaikindo periode Januari-Oktober 2019, penjualan Datsun terdepak ke posisi 11 penjualan mobil di Indonesia. Dengan wholesales 5.921 unit atau 0,7%. Angka itu menyusut jauh ketimbang pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, 9.701 unit.

Baca Juga: Penandatanganan IK-CEPA Memperburuk Defisit Transaksi Berjalan Indonesia?

Selain merek-merek di atas, ada juga merek mobil terkenal lainnya yang pernah menghiasi jalanan di Indonesia namun akhirnya pamit juga. Misalnya saja Opel. Brand asal Jerman ini mempunyai satu model yang familiar yakni Blazer. Karena kesalahan strategi marketing, akhirnya tipe ini lebih populer sebagai Opel Blazer. Usia Opel di pasaran domestik juga tak bertahan lama. Pada medio 2000-an, mereka memutuskan hengkang karena kurang laris.

Sebelum Wuling, pasar Indonesia sempat diserbu merek China bernama Geely. Brand dari Zhejiang Geely Holding Group Co. tersebut pertama kali meramaikan pasar otomotif nasional sekitar tahun 2010. Perjalanan Geely tidak terlalu mulus. Akhirnya, Geely pun harus menutup penjualan di Indonesia pada 2016.

Sumber: Kompas

Mobil asal Negeri Panda lainnya yang sempat menjajal nasib di Indonesia adalah Chery. Brand ini pertama kali menyemarakkan pasar dalam negeri pada 2006 dan salah satu yang dikenal adalah model Chery QQ yang mungil. Namun, seperti Geely, Chery juga cuma sanggup bertahan enam tahun bermain di sini. Mobil ini harus tutup buku pada 2012. Kala itu, mereka cuma mampu menjual 215 unit saja.

Merek Baru

Sebelum kepergian Chevrolet dan Datsun, pasar Indonesia sudah kedatangan merek baru dari China yaitu Wuling dan Dongfeng Sokon (DFSK). Kedua merek asal negeri Tirai Bambu tersebut ternyata bisa menjinakkan pasar Indonesia.

Sumber: Antara

Total penjualan wholesales Wuling Januari-Oktober 2019 mencapai 15.784 unit. Wuling Almaz menjadi kontributor terbesar penjualan dengan angka 6.700 unit, disusul Wuling Confero (6.408 unit), Wuling Cortez (2.450 unit), dan Wuling Formo (226 unit). Sementara DFSK, wholesales Januari-Oktober 2019 mencapai 3.105 unit. Angka ini meningkat 215,9% dibanding pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 983 unit.

Meski ada merek mobil yang keluar, namun pasar otomotif di Indonesia masih sangat kompetitif. Pasalnya masih ada brand asal China dan Korea yang serius bertarung di tanah air. Tahun depan pasar otomotif diprediksi akan semakin sengit.

Baca Juga: Otomotif: Lesu di Dalam, Gairah ke Luar

Pabrikan dari kedua negara tersebut memang sedang mengincar pasar Indonesia. Selain Wuling dan DFSK dari China, KIA dan Hyundai dari Korea Selatan tengah agresif menggarap pasar Indonesia.

Sumber: Kompas

Kini, KIA telah resmi menjual produknya di bawah bendera PT Kreta Indo Artha (KIA), anak perusahaan Indomobil Group. Perusahaan ini  menyediakan Kia Guard 24 Road Assistance dan memberikan 5 tahun garansi dengan kilometer yang tidak terbatas, serta free jasa service 50 ribu km atau empat tahun.

Sedangkan rekan senegara KIA lebih hebat lagi penetrasinya. Hyundai Motor Company (Hyundai) mengumumkan akan membangun pabrik mobil di Indonesia senilai US$1,55 miliar sekitar Rp21,7 triliun. Mobil yang akan dibuat berjenis SUV dan MPV, juga dalam penjajakan produksi kendaraan listrik.

Ibarat pepatah, di pasar otomotif Indonesia nyatanya memang "patah tumbuh, hilang berganti”. Ada yang pergi, namun ada juga yang datang. Selamat jalan Chevrolet dan Datsun, selamat datang Hyundai dan KIA.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait