Rupiah Masih Bertahan di Bawah Rp14.000 | Cek&Ricek
Foto: Antaranews.com

Rupiah Masih Bertahan di Bawah Rp14.000

Ceknricek.com -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (25/7) sore, menguat dan masih bertahan di bawah Rp14.000 per dolar AS.

Rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp13.977 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.997 per dolar AS.

"Optimisme kembali hadir setelah Federal Reserve (Fed) selaku bank sentral AS dipercaya akan bertindak lebih dovish dalam pertemuannya bulan ini," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Optimisme tersebut kembali hadir pasca rilis data ekonomi AS yang mengecewakan, Rabu (24/7). Pembacaan awal atas data Manufacturing PMI periode Juli 2019 diumumkan di level 50 oleh Markit, di bawah konsensus yang sebesar 50,9, sebagaimana dilansir dari Forex Factory.

Sebagai informasi, nilai sebesar 50 menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur di AS tak membukukan ekspansi pada Juli jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, walaupun di sisi lain juga tak membukukan kontraksi.

Dari domestik, penetapan Destry Damayanti hari ini oleh DPR sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia diharapkan dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi global.

Di sisi lain, Destry diharapkan bisa meningkatkan koordinasi bank sentral dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan BI di bidang moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran dengan tetap menjaga independensi BI.

"Kemudian kebijakan BI ke depannya bisa memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp13.990 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.975 per dolar AS hingga Rp13.991 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.986 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.011 per dolar AS.



Berita Terkait