Sumber: kuumoeh memehdipacok

Hari Ini Dalam Sejarah: Lahirnya Pramuka Indonesia

Ceknricek.com -- Tanggal hari ini 14 Agustus, diperingati sebagai Hari Pramuka. Pramuka akronim dari Praja Muda Karana bermakna rakyat muda yang suka berkarya. Ini adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. 

Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah ‘Kepanduan’ (Boy Scout). Di Indonesia, sejarah Pramuka juga tidak terlepas dari gagasan Baden PowelI yang merupakan Bapak Pandu sedunia. 

Bagaimana sejarah dan gagasan dari Bapak Kepanduan Sedunia tersebut bisa menyebar ke Hindia Belanda (Indonesia)? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejarah lahirnya Pramuka di Indonesia.

Dari Powell ke Hindia Belanda

Lord Robert Baden-Powell Of Gilwell menuliskan pengalaman dalam pembinaan remaja di negara lnggris, yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepanduan (kepramukaan). 

Ide cemerlang Baden Powell yang ditulis dalam buku Scouting for Boys itu akhirnya menyebar ke berbagai negara, termasuk ke Belanda dengan nama "Padvinder". 

pramuka
Sumber: Puro mangkunegaran

Orang Belanda membawa gagasan itu ke Hindia Belanda (Indonesia) yang merupakan daerah jajahannya. Kemudian didirikanlah organisasi bernama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging), atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

Melihat gerakan tersebut, tokoh-tokoh gerakan nasional berniat mendirikan Padvinders (Pandu) untuk anak bangsa dan kemudian muncullah Padvinders Indonesia seperti JPO (Javaanse Padvinders Orgcmizatie).

Baca juga: Sejarah Hari Ini: Dibangunnya Tembok Berlin di Jerman 

Selain itu, muncul juga, JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamftsche Padvinderzj), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), dan Padvinders Muhammadiyah yang kemudian menjadi nama Hizbul Wathan atau HW.

Sejarah mencatat, gerakan pramuka (kepanduaan) turut berperan aktif dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, yang mencetuskan sumpah pemuda sehingga kepanduan Indonesia semakin berkembang. 

KH Agus Salim menggagas ide untuk mengganti Padvenders dengan nama Pandu atau kepanduan setelah adanya larangan Pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery.

Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), dan PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). 

pramuka
Sumber: English share

Pada tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang kemudian berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.